4 jenis makanan kaki lima Jakarta yang juga terkenal di resto bintang lima!

February 27, 2018
2394 Views

Paling gak, kita lapar tiga kali sehari. Kadang bisa makan mewah karena baru terima gaji, tapi seringnya sih karena hemat-hemat kita beli yang ‘biasa saja’ asal perut terisi.
 
Ibukota punya banyak sekali pilihan jenis makanan yang menyenangkan, mengenyangkan, dan buat ketagihan. Beberapa yang berasal dari dapur rumahan, lalu dibawa ke jalanan, dan karena enak lantas naik kelas jadi makanan gedongan.
 
Berikut adalah lima jenis makanan yang biasa kita temui di pinggir jalan Jakarta, baik dari gerobak, tenda sampai warung makan kecil-kecilan, yang ternyata gak kalah eksis di dunia kuliner kelas atas, bahkan hingga ke tingkat internasional.
 

Nasi Goreng

 

Siapa yang gak kenal sih nasi goreng? Orang Indonesia minimal banget sekali seumur hidup deh makan nasi goreng, Agnez Mo sekalipun (yang konon dietnya ketat banget sekarang).  Masakan simpel yang dikenal di seluruh dunia dengan bahasa kita ini mudah dibuat di rumah dan gak sulit dicari kalau sedang malas. Variannya pun beragam, bisa diisi sayuran ala vegan, hingga kambing, ikan asin, seafood… gak berbatas deh.
 
Nasi goreng enak ala kaki lima tersebar di seluruh Jakarta: nasgor kambing legendaris di Kebon Sirih, nasgor kebuli Apjay di Melawai, hingga nasgor ikan asin di Pecenongan. Semua nasi goreng jalanan punya ciri khas ada bagian hangus-hangus crunchy yang berbumbu, kerupuk sederhana yang gak bakalan kita makan kalau gak ada temannya, dan… harga yang terjangkau.
 
Untuk resto bintang lima, nasi goreng di Pearl JW Marriot bisalah buat kita mengacungkan jempol. The Goods Cafe nan hits di Pondok Indah juga menyuguhkan Nasi Goreng Kampung dalam menu favorit mereka. Last but not least, di restoran fine dining 1945 di Fairmont Jakarta juga disajikan nasi goreng wagyu yang cukup menggoda pikiran dan selera kita semua.
 

Sate

 

Menu favorit hantu Suzanna yang epik ini bahkan gak mesti membuat kita beranjak dari rumah. Biasanya tukang sate akan lewat di jalanan hingga dini hari dengan teriakan khasnya yang menggoda iman. Umumnya sate yang dijual di Jakarta adalah sate madura, dengan bumbu kecap maupun kacang, penyajiannya memang gak bisa instan, karena tiap tusuknya dibakar hingga lemaknya meleleh dan bikin kita gak cukup pesan sedikit (Bang, satenya empat puluh tusuk Bang…). Tapi selain sate Madura, ada juga sate padang dengan kuah khasnya yang pedas tapi bikin gemas.
 
Sate terkenal di Jakarta, meski di kaki lima dengan harga sesuai kocek, rata-rata sudah mangkal atau malah buka warung sate.
 
Sate Padang Ajo Ramon di Santa dianggap sebagai penentu apakah seseorang gaul atau nggak di dunia kuliner kaki lima Jakarta. Sate Jaya Agung di sekitar Sabang juga dikenal sejak dulu kala punya citarasa fantastis. Yang rela jalan agak jauh bisa ke sate kambing muda di Bintaro yang dijamin empuk dan legit (tapi gak usah bayangkan kambing mungil yang meregang jiwa demi makanan kita).
 
Di dunia kuliner yang agak-agak lebih mahalan. Sate di Tesate Menteng maupun Pacific Place dan Sate Khas Senayan, tampil agak lebih ‘rapi’. Cinnamon Restaurant di Mandarin Oriental Hotel juga menyanjung (sendiri) beef satay mereka dikemas jadi semacam BBQ khas Indonesia.
 

Gado-Gado

 

Ini sebetulnya yang Jakarta banget. Gado-gado yang adalah makanan Betawi, banyak ditemui di mana-mana, mulai dari kantin perusahaan hingga perumahan. Sayuran beragam jenis dan telur disiram kuah kacang, membuat orang berasa makan sehat… jadi sering-sering deh.
 
Makanan campur-campur yang cukup terkenal di dunia hawkers adalah Gado Gado Bonbin yang ada di Cikini (daripada nyasar cari di Ragunan) dengan kuah kacang agak encer tapi rasanya kacang banget! Gado-gado Kertanegara yang buka sejak dulu kala juga pantas lah disambangi, dengan porsinya yang lumayan besar.
 
Gado-gado yang kini makin trendi dan dijual di resto ber-AC nan mewah seperti gado-gado Kartika di Pondok Indah. Rasanya yang otentik dan rumahan justru diincar berbagai kalangan, mulai anak sekolah hingga artis. Gado-gado Boplo yang punya cabang di mana-mana, juga menawarkan pengalaman makan gado-gado ala salad.
 

Bubur Ayam

 

Makanan sarapan ini juga jadi favorit kala malam menjelang. Turunannya nasi ini juga jadi makanan pertama bagi hampir semua anak Indonesia. Gak heran kita seolah gak bisa dipisahkan dari bubur. Sama seperti nasi goreng, bubur bisa dikombinasikan dengan berbagai jenis pelengkap lain.
 
Para warga ibukota tentu gak asing dengan ketenaran Bubur Ayam Cikini yang kental dan muncul setelah gelap. Ada juga Bubur Monas di Benhil dengan citarasa khas pecinan Cirebon dan asinan bunga sedap malamnya. Selain itu, Bubur Senopati yang ngetrend di kalangan para pekerja juga laris manis.
 
Hotel-hotel legendaris Jakarta menyajikan bubur istimewa sebagai teman sarapan pagi. Hotel Borobudur dan Hotel Indonesia adalah dua di antaranya. Bedanya makan bubur di kaki lima dan di hotel, adalah kita harus meracik sendiri mau dibubuhi topping yang kita mau.
 
Kaki lima atau bintang lima?
 
Jakarta punya semua!

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26338 views
Viral
0 shares26338 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7237 views
Viral
0 shares7237 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”