Darurat kekerasan anak, Menteri Perlindungan Anak salahin orang tua korban

May 30, 2016
1216 Views

Pada akhir April lalu, siswi SMP berusia 14 tahun, YY, diperkosa dan dibunuh 14 remaja dan pemuda di Bengkulu. Kasusnya menjadi sorotan nasional dan mendorong pemerintah memberlakukan hukuman mati dan kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak.

Walaupun pemberlakuan hukum kebiri ini menuai kritik dari para aktivis hak asasi manusia, tapi kebanyakan masyarakat menyambut positif adanya hukuman yang berat untuk pemerkosa anak. Namun di tengah darurat kekerasan anak di Indonesia, ternyata masih ada dari pihak pemerintah yang menilai kalau bukan hanya pelakunya saja yang harus dihukum, orang tua korban juga bisa bersalah dan perlu diberi sanksi.

Berbicara di depan anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menjadikan kasus YY sebagai contoh adanya faktor kesalahan orang tua korban dalam kasus kekerasan anak.

“Kasus, yang salah adalah orangtua, pengasuhan orangtua. Orangtua sudah beberapa hari di kebun. Bagaimana mau memperhatikan anak itu?” kata Yohana seperti dikutip Detik.

“Sanksi ke orang tua harus kita perhatikan juga,” tambahnya.

Pernyataan Yohana ini langsung dikritik anggota dewan, Maman Imanulhaq, saat sesi tanya jawab.

“Ibu menyalahkan orangtua. Ini suatu hal yang menyakitkan,” kata Maman.

Kami mengerti tugas Menteri Yohana adalah membedayakan perempuan dan melindungi anak-anak, tapi jelas pernyataan yang menyalahkan orang tua korban ini gak sensitif dan justru ofensif. Kata-katanya bukan hanya bisa menyakiti hati orang tua korban (yang sudah cukup menderita dengan kejadian ini), tapi juga bisa bikin para pelaku jadi punya ‘pembenaran’.  

Tapi kalau maksud Menteri Yohana adalah melihat semua faktor yang memungkinkan terjadinya kekerasan seksual, kenapa berhenti di orang tua YY? Kenapa dia gak menyalahkan pemerintah yang gak becus mengatasi kesenjangan ekonomi sehingga orang tua YY harus bekerja di kebun selama beberapa hari? Dan kenapa Menteri Yohana gak mengakui kalau dia dan kementeriannya udah gagal melindungi YY, pelajar 14 tahun, yang jelas-jelas saat itu butuh perlindungan?

 

 

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26254 views
Viral
0 shares26254 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7205 views
Viral
0 shares7205 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”