KPI melarang (lagi) pria berperilaku perempuan di televisi Indonesia

May 23, 2016
1190 Views

Aksi ‘menjaga moral bangsa’ Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali terjadi. Setelah berhasil menghebohkan penonton dengan aksi sensor karakter kartun dan tayangan Puteri Indonesia 2016, sekarang KPI menegaskan kalau laki-laki yang tampil di TV gak boleh keliatan atau bersikap kayak perempuan.

Kemarin KPI mengeluarkan surat edaran yang secara detil melarang hal tersebut. Seperti dilansir Detik, berikut larangan-larangannya:

1. Gaya berpakaian kewanitaan

2. Riasan (make up) kewanitaan

3. Bahasa tubuh kewanitaan, termasuk namun tidak terbatas pada gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan maupun perilaku lainnya

4. Gaya bicara kewanitaan

5. Menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan

6. Menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita

7. Menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakan kalangan pria kewanitaan.

Tapi KPI hanya mengancam akan mengawasi secara insentif dan memberikan sanksi kepada stasiun televisi yang melanggar aturan ini. Sayangnya sanksinya gak dijelasin sedetil larangannya.

Sebenarnya aturan yang mirip seperti ini udah ada dari dulu. Contohnya, pada tahun 2012, aktor Kabul Basuki, yang lebih dikenal sebagai peranan warianya, Tessy Srimulat, terpaksa meninggalkan karakternya setelah mendapat intervensi dari KPI.

Jadi bisa kita asumsikan kalau surat edaran baru ini adalah reaksi KPI ditengah kepanikan moral yang melanda Indonesia saat ini, terutama tentang isu LGBT.

Mungkin akan ada yang berargumen bahwa larangan ini tepat sasaran karena banyak waria atau pria berperilaku wanita di depiksi secara negatif sebagai target lelucon yang gak lucu di banyak acara TV Indonesia. Tapi di sisi lain, larangan ini menutup kemungkinan adanya depiksi positif terhadap kaum yang termarginalisasi di Indonesia.

Bagaimanapun juga, waria dan pria berperilaku wanita adalah bagian nyata dari masyarakat Indonesia. Kalau kehadiran mereka dihapus di media, ada kemungkinan mereka akan menjadi kaum yang terlupakan dan semakin di diskriminasi di dunia nyata.

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26254 views
Viral
0 shares26254 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7205 views
Viral
0 shares7205 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”