‘Image Certifies’ – Ora Iso: Depresif, adiktif, dan indah dengan cara yang aneh (Review album)

May 7, 2018
307 Views

Ora Iso, unit industrial/eksperimental/darkwave, atau apapun kamu menyebutnya, ini baru saja mengeluarkan album baru berjudul ‘Image Certifies’. Harus kami ingatkan, buat yang mencari musik “easy listening”, Kathleen Malay dan Jason Kudo bukan jawabannya.

Tapi buat yang jiwanya mampat terkurung ilusi dan kesakitan karena dikhianati khayalan sendiri, 11 racikan absurd dari grup yang terbentuk di New York ini mungkin bakal bisa jadi sahabat baru. Sahabat yang mungkin tak memberikan solusi, tapi setidaknya menemani supaya kamu tak merasakannya sendiri.

Dari ‘No Fish’ yang awalannya terdengar seperti didgeridoo disambungkan ke efek distorsi gitarnya Kurt Cobain, hingga ‘Pleasure Bites’ yang dentingan pianonya sempat membuat kami berharap akan sebuah track ballad, bagi telinga awam mungkin akan terdengar seperti ocehan tanpa makna.

Tapi coba simak. Nada-nada itu bagai mengemas kumpulan jiwa meraung dari sisi lain akal sehatmu, seperti alam bawah sadar yang berteriak untuk menjadi nyata, ke dalam komposisi yang mungkin hanya hati sepimu sendiri yang bisa merasakannya.

Favorit kami? ‘Dead Riot’, ‘Digital Crutch’ dan sebuah track paling berbeda dan ramah kuping di album ini: ‘Keep Your Boot On’.

Singkat kata, coba dengarkan sendiri.  Kalau bagi kami, ‘Image Certifies’ dari Ora Iso adalah album yang depresif dan adiktif. Juga indah dengan cara yang aneh.


Batok.co: Berita musik dan gaya hidup terkini.

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares1652 views
Viral
0 shares1652 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares754 views
Viral
0 shares754 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”