Wawancara Ari eks Endank Soekamti: Move on dan bersenang-senang di usia 30-an

February 27, 2018
9106 Views

Pertengahan Juni 2016 kemarin, ranah musik punk Yogyakarta dikejutkan dengan hengkangnya Ari dari band Endank Soekamti. Keputusan itu terkuak dari sebuah pesan di akun Path miliknya.

“Bismillahirrohmanirrohim, dear all my beloved friends, terhitung mulai tadi malam tanggal 22 Juni 2016 saya resmi mengundurkan dari Endank Soekamti. Terima kasih untuk perjalanan yang luar biasa selama hampir 16 tahun ini. Matur nuwun,”

Buntut dari hengkangnya Ari, penggemar Endank Soekamti (Kamtis Family) langsung meramaikan social media dengan hastag #SaveAriSoekamti. Mereka berharap agar idolanya luluh dan mau kembali ke band yang telah diperjuangkannya selama hampir 16 tahun itu.

Namun, keputusan Ari nampaknya sudah bulat. Pria plontos penggila melodic punk era 90’an ini telah memilih jalannya sendiri. Berikut petikan wawancara Ari dengan Batok.co:

Ari Soekamti (Foto: Instagram)

Banyak orang yang ingin tahu, apa yang dilakukan Ari setelah keluar dari Endank Soekamti?

Setelah lepas dari Endank Soekamti, belum kepikiran buat ngeband sih awalnya, masih nyantai lah… kepikiran buat ngeband lagi malah di bulan Desember.

Pas itu ketemu teman lama, teman SMP. Kebetulan dia juga udah lama ngeband di Solo, terus ngobrol-ngobrol, akhirnya ya udah, “Yuk, ngeband aja, buat seneng-seneng.” Dan tanggal 25 Desember 2016 terbentuklah Fun as Thirty. Band saya yang baru.

Fun as Thirty, namanya keren, terinspirasi dari apa?

Kalau soal nama, dulu sempet ada beberapa alternatif. Trus akhirnya setelah kita musyawarahkan, terpilihlah Fun as Thirty (F.A.T.) karena itu mewakili umur kita (tertawa).

Masing-masing personel berumur di angka 30-an. Terus Fun-nya sendiri mewakili kesenangan. Jadi lebih seperti kesenangan yang akan kita lakuin di umur 30-an.

Untuk genrenya sendiri? Masih ngepunk kah?

Kalau untuk genrenya kita masih di melodic punk. Soalnya referensi dari masing-masing personel juga sama, band-band melodic era 90’an-2000’an lah.

Kebetulan waktu kemarin kita sepakat membentuk band dan nyoba bikin materi, lagu-lagu yang jadi kebanyakan terpengaruh band-band di era itu. Jadi musiknya lebih condong ke melodic punk.

Secara musik, Fun as Thirty sudah bisa dibilang mewakili karakter musik Ari belum?

Kalau secara musik, sangat mewakili. Karena sesama personelnya referensi musiknya juga sama. Terus di Fun as Thirty, saya dapat banyak ilmu lagi soal drum. Jadi pattern-pattern yang dulu saya gak pernah atau jarang dimainin, sekarang banyak dipelajarin lagi. Pokoknya beda sama yang pernah sama mainin dulu.

Kalau dilihat, cukup banyak fans yang masih ingin lihat Ari kembali ke Endank Soekamti. Gimana tuh?

Kalau permintaan kayak gitu sering, mas. Ketika ketemu temen, atau lihat komentar-komentar fans di social media, banyak lah yang meminta seperti itu.

Menurut saya wajar sih kalau seorang fans meminta idolanya kembali ke band lamanya. Ya, gak perlu jauh-jauhlah. Kayak saya sebagai fans Blink 182 contohnya. ketika Tom DeLonge keluar dari Blink 182, saya mikirnya, “Ah mbok yo Tom kembali ke Blink”. Jadi menurut saya permintaan-permintaan seperti itu wajar sih.

Cuma ya, saya gak menjelaskan panjang lebar sih. Paling saya cuma bilang, “sudah move on aja”. Ya, memang sudah saatnya harus move on (tertawa).

Tom DeLonge kemarin ingin balik lho ke Blink 182, Ari setuju ga?

Yang bener? Saya malah baru tahu isunya (tertawa). Kalau saya gak setuju. Alasannya Matt Skiba (pengganti Tom) sudah terlanjur tuned-in dengan Blink 182, jadi Tom biar sama Angels and Airwaves-nya aja. Lebih baik mereka berpisah (ketawa).

Balik ke F.A.T, untuk urusan lirik, bakal dibuat serius atau Fun seperti arti namanya tadi?

Kalau soal lirik sih kita sudah sepakat. Yang pasti temanya lebih ke pengalaman-pengalaman keseharian. Gak akan bahas sosial politik. Mengalir aja sih sebenarnya.

Oh ya, dua materi yang sudah kita upload di YouTube itu liriknya malah lebih serius. Yang judulnya “Terjaga”, Hanton (vokal/gitar) nulis itu sebagai pengalaman dia pas anaknya lahir. Sementara lagu satunya yang Self Titled juga serius liriknya, belum ada fun-funnya (tertawa).

Sambutan terhadap F.A.T gimana nih sejauh ini?

Kalau sambutan, Alhamdulilah bagus. Pas rilis dua materi juga sambutannya bagus. Ya ada pro-kontra, itu pasti. Tapi banyak bagusnya kok daripada enggaknya.

Perform pertama kemarin gimana tanggapannya?

Crowdnya asyik. Yang datang juga banyak, Alhamdulilah.

Lucunya, semua personel F.A.T. udah lama gak ngerasain manggung. Kalau saya kan baru sekitar 7 bulan yang lalu lah terakhir manggung. Nah, kalau Budi (gitar) sama Dimas (bass), terakhir manggung tuh kira-kira dua tahun yang lalu.

Jadi ya, excited sekaligus grogi. Tapi ya udah, “Malam ini kita bersenang-senang saja.” Dan alhamdulilah reaksi penonton juga asyik, bikin kita gak sabar untuk manggung yang berikutnya.

Terakhir, harapan Ari buat F.A.T. dan kenapa orang harus dengerin Fun as Thirty?

Harapannya sih seperti pada umumnya sebuah band ajalah. Kita bisa bikin album, bisa banyak main di gigs, keliling indonesia juga, ya harapan standar lah. Intinya, kalau kalian pengen dengerin melodic punk era 90-an sampai 2000-an dengarkanlah Fun as Thirty. (tertawa).

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26170 views
Viral
0 shares26170 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7183 views
Viral
0 shares7183 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”