Indonesia diantara negara-negara yang paling gak setara, 49,3% kekayaan bangsa dikuasai 1% dari penduduk: studi

November 29, 2016
1311 Views

Mall-mall mewah berdiri berdekatan dengan daerah kumuh adalah pemandangan yang biasa di Indonesia, dan hal itu adalah salah satu dari banyak indikator kesenjangan kesejahteraan yang besar di negeri ini.

Kesenjangan itu telah diukur dalam studi oleh perusahaan jasa keuangan multinasional Credit Suisse, berjudul Global Wealth Report 2016. Data dalam penelitian ini disusun dan dihitung dengan publikasi UK Independent dan perusahaan statistik Statista untuk menghasilkan statistik mengenai porsi kepemilikan harta oleh rakyat paling kaya dibanding rakyat lainnya.

Dalam hal ini nasib Indonesia sangat menyedihkan. Pada tahun 2016, orang-orang terkaya di Indonesia, yang jumlahnya hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia, menguasai 49,3% kekayaan di dalam negara.

Indonesia berada tepat di bawah India (58,4%) dan Thailand (58%).

Negara yang paling gak setara di dunia menurut penelitian adalah Rusia dengan 74,5%.

Credit Suisse mencatat bahwa ketidaksetaraan kekayaan merupakan masalah besar di hampir seluruh dunia, karena kesetaraan global menurun sejak krisis keuangan dunia tahun 2008. Credit Suisse memperkirakan bahwa 50% dari populasi dunia memiliki kurang dari 1% dari kekayaan global, sedangkan 10% orang paling kaya di dunia memiliki 89% dari semua kekayaan, dengan 1% di antara mereka memiliki setengah dari keseluruhan aset global.

Baca versi lengkap Credit Suisse Global Wealth Report 2016 di sini.
 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26340 views
Viral
0 shares26340 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7238 views
Viral
0 shares7238 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”