3 alasan klise untuk menghindari peraturan ‘Ganjil-Genap’ di Jakarta

February 27, 2018
1127 Views

Ibukota Jakarta hari ini resmi memberlakukan peraturan ‘Ganjil-Genap’ di beberapa jalan protokol menggantikan peraturan “3 in 1” guna mengurangi kemacetan dan menggalakan penggunaan transportasi umum.

Peraturannya itu kayak gini, setiap hari Senin-Jumat dari jam 07:00-10:00 dan pukul 16:00-18:00 WIB, di tanggal-tanggal ganjil, hanya mobil-mobil dengan plat nomor belakangnya ganjil yang boleh melintasi Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto. Kalau tanggalnya genap ya berarti yang boleh lewat mobil berplat genap saja. Peraturan ini gak berlaku untuk mobil dinas pemerintahan, mobil layanan publik (ambulans, pemadam kebakaran, media yang sedang meliput, dlsb), dan juga mobil berplat kuning.

Nah, hari pertama berlakunya kan tanggal 30 nih, genap kan tuh, jadi mobil-mobil berplat ganjil yang tadi pagi melintasi area ‘Ganjil-Genap’ banyak yang ketangkep dan ditilang dengan surat pengadilan yang nantinya memutuskan besaran denda (maksimal Rp 500 ribu).

Cuma memang manusia tuh hebat betul ya menggunakan anugerah kemampuan berpikir dan berbicara, jadinya masih aja ada alasan untuk ‘ngeles’ dari peraturan ‘Ganjil-Genap’. Berikut ini 3 alasan klise yang udah dipakai mereka yang ketangkap hari ini.

Gak tau kalau sudah berlaku

Republika hari ini memberitakan satu pengendara mobil plat ganjil yang ngasih alasan gini ke polisi saat tertangkap.

“Saya gak tahu. Meskipun jadi berita nasional, pokoknya saya gak tahu, gitu aja,” kata pengemudi yang gak usah disebutin deh namanya, seperti dikutip Republika.

Alasan ‘gak tau kalau udah mulai berlaku’ sebetulnya sih ‘cheesy’ banget ya. Soalnya sosialisasi peraturan ini udah mulai dari bulan Juni dan uji cobanya itu diberlakukan dari 27 Juli – 26 Agustus kemarin. Di sosmed juga udah banyak kok #GanjilGenap, jadi ini alasan yang lemah banget.
 

Dari luar kota

Nah! Alasan yang ini boleh lah nih. Dengan muka polos dan kebingungan, terus sok-sok innocent kita bisa tuh ngomong, “ooo, gak boleh ya, pak? Aduh, saya dari luar kota, dan saya punya mobilnya plat ini doang,” Mungkinnn alasan ini bisa diterima dan bisa dijadikan pertimbangan hakim saat pengadilan (tetap ditilang kayaknya bos, tapi mungkin denda bisa dihapus). Cuma jangan juga bilang, “Saya dari Bandung, enggak tahu soal Ganjil Genap” tapi mobilnya plat B (plat Jakarta)! (seperti yang diberitakan Kompas hari ini).

Kalau kaya gitu mah namanya minta dicatat surat tilang dengan keterangan ‘pendusta’ di dalamnya.
 

Lupa atau keukeuh sama tanggal

Aduh, ini juga alasan yang gak banget sih sebetulnya. Banyak nih yang pakai alasan lupa tanggal genap atau ganjil. Ya bolehlah kalau kita masih di jaman kalender jadi sumber utama untuk tau tanggalan, kalau sekarang kan layar smartphone (yang kita pantengin hampir seharian) ada tanggalan dan harinya, masa kita mau pakai alasan lupa tanggal?

Tapi kalaupun lupa, ada baiknya akui lupa dan gak keukeuh kalau tanggalannya sesuai dengan plat mobil kita. Karena kalau keukeuh, ngotot bener sama polisi padahal salah, bisa-bisa kaya yang terjadi sama pengendara plat ganjil di Jakarta Pusat yang keukeuh hari ini tanggal 31, tapi terus si polisi panggil wartawan untuk ngasih tau sekarang tanggal berapa.

“Coba masnya tanya wartawan hari ini tanggal berapa?” kata Brigadir Rico kepada pengendara yang ngotot hari ini tanggal 31 seperti dikutip MetroTV.

Tanggal 30, mas, dan kamu ditilang. Tanggal 9 September ya pengadilannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26338 views
Viral
0 shares26338 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7237 views
Viral
0 shares7237 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”