Walau banyak dikecam dan ditentang, Indonesia kembali laksanakan eksekusi mati

July 29, 2016
1117 Views

Dini hari tadi empat penjahat narkoba dieksekusi mati, tiga di antaranya warga negara asing dan satu adalah warga negara Indonesia.

Eksekusi pagi ini menandakan dimulainya eksekusi mati ‘jilid III’ bagi penjahat-penjahat narkoba. Ada 14 orang terdaftar dalam eksekusi mati jilid III, termasuk empat orang yang dieksekusi pagi tadi.

Sepuluh orang yang terdiri dari warga negara Indonesia, Pakistan, India dan Zimbabwe masih menunggu tahap selanjutnya dari eksekusi ini. Belum ada penjelasan dari pemerintah kenapa eksekusi sepuluh orang ini tertunda, tapi menjelang eksekusi tadi pagi, kawasan Nusakambangan diliputi hujan lebat dan petir besar.

Eksekusi pagi tadi adalah lanjutan dari serangkaian eksekusi mati yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi memang lagi gencar memproklamirkan Indonesia dalam situasi darurat narkoba, dan memberlakukan hukuman mati bagi para penjahat narkoba (bahkan maunya Jokowi penjahat narkoba ditembak langsung saat penangkapan).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad bilang ke AFP kalau eksekusi ini “ bukan untuk mencabut nyawa, tapi untuk mencegah niat jahat serta menghentikan kejahatan penyelundupan narkoba.”

Rachmad juga bilang kalau sepuluh orang terpidana mati yang juga terdaftar dalam eksekusi jilid III akan dieksekusi bertahap, namun jadwalnya belum ditentukan.

Sepertinya gak berlebihan kalau Amnesty International, organisasi hak asasi manusia, bilang aksi pemerintah ini adalah aksi yang keji.

“Semua eksekusi yang tertunda harus segera dihentikan. Ketidakadilan yang sudah terjadi memang tidak bisa ditarik kembali, tapi setidaknya masih ada harapan untuk tidak membuatnya semakin parah,” kata Direktur Amnesty International, Rafendi Djamin, seperti dilansir AFP.

Hari-hari menjelang eksekusi tadi pagi dipadati ucapan selamat tinggal dari keluarga dan kerabat para terpidana mati, serta ambulans-ambulans yang siap dengan sejumlah peti mati. Ditambah kecaman dari dunia internasional, seperti dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan Uni Eropa, yang menentang kebijakan eksekusi mati pemerintahan Jokowi.

Pemberlakuan Eksekusi Mati

Warga negara Indonesia yang dieksekusi tadi pagi adalah Freddy Budiman, sedangkan warga negara asingnya adalah warga Senegal yaitu Seck Osmane, serta warga Nigeria Humphrey Jefferson Ejike Eleweke dan Michael Titus Igweh.

Pengacara Eleweke, Afif Abdul Qoyim, bilang kliennya seharusnya gak dieksekusi pagi ini karena Eleweke sudah mengajukan surat permohonan grasi di awal pekan.

“Saat proses hukum ini gak lagi dihormati, berarti negara ini sudah bukan lagi negara yang menjunjung hukum dan hak asasi manusia,” kata Afif seperti dilansir AFP.

Ada dua kasus terpidana mati yang menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia internasional yang belum dieksekusi.

Pertama adalah warga Pakistan, Zulfiqar Ali, yang menurut para aktivis HAM telah dipaksa dan disiksa oleh aparat hingga ia mengaku atas kepemilikan heroin pada tahun 2005.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Syed Zahid Raza, bersyukur Zulfiqar tidak dieksekusi hari ini, dan melihatnya sebagai kemenangan dari usaha diplomasi antara Pakistan dengan Indonesia.

Satu lagi kasus yang menjadi sorotan internasional adalah tenaga kerja Indonesia (TKI), Merri Utami, yang mengaku ditipu oleh warga negara asing untuk membawa tas yang ternyata berisi heroin ke Jakarta.

Para aktivis perempuan dan HAM kemarin berdemo di lapas Nusakambangan untuk mendukung kebebasan Merri, bersama pihak keluarga dan kerabat dari terpidana mati lain yang kaget ternyata eksekusi dilakukan pada hari ini. Mereka meneriakkan keluarga mereka tidak bersalah.

Eksekusi pagi tadi adalah eksekusi mati ketiga dibawah kepemimpinan Jokowi. Semenjak dia menjabat, 18 orang penjahat narkoba yang dieksekusi. Kebanyakan terpidana mati yang telah dieksekusi adalah warga asing.

Besar harapan kepada Jokowi untuk bisa membuka lembaran baru politik Indonesia yang lebih baik dibanding sebelumnya, mencatat sejarah baik untuk Indonesia.

Namun, pemberlakuan hukuman mati bagi penjahat narkoba di Indonesa justru mengejutkan masyarakat dunia dan menjadikan Jokowi sebagai pemimpin Indonesia yang memiliki jumlah eksekusi mati tertinggi sejak era demokrasi.

 

 

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26241 views
Viral
0 shares26241 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7203 views
Viral
0 shares7203 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”