‚ÄčJakarta ternyata di urutan ke-11 kota termacet di dunia

May 23, 2016
1097 Views

Foto: Coconuts Media

Kita semua tahu gimana keadaan lalu lintas Jakarta. Tapi percaya gak sih ada yang lebih parah dari Jakarta?

Sebuah laporan yang dikeluarkan tahun ini oleh Castrol memang menobatkan Jakarta sebagai kota dengan kemacetan terparah di dunia. Tapi rupanya studi itu hanya mensurvey beberapa data dari 27 kota saja, bahkan gak mengikutsertakan Manila dan Kairo yang juga punya lalu lintas yang super duper padat.

Waze, sebuah aplikasi navigasi populer yang menyertakan kepadatan lalu lintas untuk membantu penggunanya jalan-jalan, barusan saja mengeluarkan data terbaru yang lebih komprehensif (dengan hitung-hitungan data lalu lintas yang dihitung secara kualitatif dan kuantitatif). Hasilnya? Jakarta berada di urutan ke-11 dalam daftar lalu lintas terburuk sejagat. 

Yay?

Laporan Waze, berjudul “Driver Satisfaction Index” berdasarkan pengalaman berkendara dari 50 juta penggunanya di 32 negara dan 167 area perkotaan, menggunakan skala 1 (parah abis kayak neraka) sampai 10 (nyaman parah).

Kemacetan hanya satu dari ukuran yang digunakan Waze untuk evaluasi, tapi tentu saja jadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pengendara. Berdasarkan laporan Traffic Index, menghitung frekuensi dan keparahan macet, Jakarta menduduki peringkat ke-11 terburuk dengan skor 1.2.

Apa saja 10 kota di dunia yang apes banget karena macetnya lebih parah dari Jakarta?

11. Jakarta
10. Cali
9. Denpasar
8. Medellin
7. Bogota
6. Bogor
5. Caracas
4. Yogyakarta
3. Guatemala
2. Bandung
1. Manila

Yupsie, Manila muncul di urutan teratas (atau terbawah?) dengan skor hanya 0.4! Ingat, skor 1 saja sudah nilai terendah lho.

Yang lebih buat kaget justru munculnya empat kota lain di Indonesia yang lebih macet dari Jakarta. Jelas kalau macet bukan punyanya ibukota saja ya.

Di bagian yang lebih cerah, kota Rennes di Perancis memiliki tingkat kemacetan terendah di bumi dengan skor 8.8.

Selain macet, GDSI juga memiliki lima faktor lain untuk penilaian, termasuk kualitas jalan dan infrastruktur, keamanan pengendara berdasarkan kecelakaan yang terjadi, resiko di jalanan dan kondisi cuaca, layanan berkendara seperti pompa bensin dan parkir yang mudah, sosio-ekonomi termasuk akses beli mobil dan pengaruh harga bahan bakar, dan “Wazeyness” atau tingkat kebahagiaan dan saling membantu komunitas Waze.

Jakarta cukup oke di kategori lainnya. Malahan, kota tercinta kita mendapat skor sempurna 10 untuk indeks keselamatan…yang kita juga gak terlalu percaya sih. Tapi mungkin saking macetnya sampai gak mungkin ada celah untuk kebut-kebutan dan celaka di jalan juga ya.

Jadi, meskipun kita masih akan selalu protes dengan kemacetan menggila Jakarta, rasanya agak-agak senang (walau jahat) tahu kalau orang-orang di kota lain juga kena macet…yang lebih parah malah dari kita semua.

Apakah ini artinya kemacetan gak bisa lagi jadi alasan telat? Hmmm.

Untuk informasi dan statistik lebih lanjut Waze GDSI Index, bisa dibaca di sini.

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26340 views
Viral
0 shares26340 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7238 views
Viral
0 shares7238 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

‚ÄúNgapa lu loncat lontong!‚ÄĚ