5 alasan kenapa kondangan itu merepotkan (buat tamu)

February 27, 2018
1360 Views

Selama bulan ini, perasaan setiap weekend kita dipenuhi oleh pesta nikah kerabat dan keluarga deh. Bukannya kita gak bersukur dan mendoakan kebahagiaan bagi semua newly married couples, tapi ke kondangan itu ribet banget buat kita yang bertamu lho.

Ke kondangan, ribet? Buat sang pengantin, apalagi di Indonesia, repot saat nikah itu bukan hanya kewajaran tapi sudah masuk keniscayaan (pinjam istilah orang politik). Tapi sadar gak sadar, yang rusuh-rusuh itu bukan cuma yang nikahnya lho. Kadang sebagai tamu kita juga harus ikutan rempong karena:

Repot dandan

Saat kondangan, apalagi kalau yang punya acara adalah sahabat atau saudara, siap-siap dengan repotnya dandan. Apalagi sekarang sedang trend “dress-code” atau untuk yang perempuan tiba-tiba dikirim bahan seragam. Alamat mesti jahit kebaya atau dress baru, lalu di hari H harus siap-siap makeup dan hair do yang bisa makan waktu minimal sejam.

Apalagi kalau saudara sepupu. Wajib hukumnya jadi para pager-ayu-pager-bagus deh. Maka sering-seringlah intip Instagram artis biar bisa buat model baju paling hits.

Repot cari hadiah

Hadiah di Indonesia tergantung keterangan di undangan lho. Ada yang gak dikabarin maunya apa (ini dikira-kira saja, biasanya sih butuh seprai atau rice cooker), ada juga yang ‘tidak menerima hadiah dalam bentuk barang maupun karangan bunga’ alias ingin mentahan (amplopin tapi… kasih berapa ya, kalau diharap-harap malah jadi bingung mau ngamplop jadi mesti banyak). Yang paling baru adalah yang ‘gak menerima hadiah sama sekali’… mungkin bapaknya Sultan atau sedang diusut sama KPK (gak enak juga gak kasih hadiah).

Repot cari jalan menuju resepsi

Menuju ke acara pernikahan apalagi yang berlokasi di perumahan, gak bisa andalkan Google Map. Jalanan di Jakarta bisa diubah demi berlangsungnya hajatan nan lancar, ditutup di sini namun dibuka di sana, salah belok bisa muncul di samping panggung dangdutan deh. Asal baik-baik pada pihak protokoler (baca: yang biasa atur-atur parkir) biasanya bisa dapat panduan jalan plus lokasi parkiran aman.

Repot makan-makan

Enak kan kondangan makan-makan. Weits tunggu dulu. Ngana pikir makan di kondangan gak pakai perjuangan? Sudah antrean panjang, sering disela sama orang dewasa gak tahu diri atau anak kecil yang disuruh orangtua, panas karena jumlah tamu berjubel, sampai depan meja prasmanan, belum di refill nampan kosongnya. Gak usah banyak ekspektasi kalau mau ke undangan. Ikhlas sajalah datangnya, makan dulu di rumah, biar senang kalau mendadak dapat bonus siomay atau zuppa-zuppa di resepsi.

Repot nge-tag dan publish dokumentasi

Setelah pulang undangan, terutama kawan lama, siap-siap banyak yang, “minta foto tadi dong!” Apalagi yang nitipin handphone saat foto bersama berlangsung pada fotografer, siap-siap karena wajib nge-tag di banyak sosial media, termasuk kirim via chatroom juga. Saran kita: jadilah orang yang minta di-tag saja, gak perlu foto-fotoin, toh nanti juga akan ada yang kirim.

Banyak juga kan repotnya kalau dipikirin? Tapi itulah Indonesia. Gak repot justru jadi gak seru. Bulan-bulan September hingga akhir tahun ini akan banyak yang nikahan karena konon bulan baik, maka siap-siaplah dengan kerepotan pesta pernikahan, dan berikan restu (plus angpau) sebanyak-banyaknya.

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26340 views
Viral
0 shares26340 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7238 views
Viral
0 shares7238 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”