Kegalauan sopir Kopaja dijawab Ahok

May 23, 2016
929 Views

Wacana bergabungnya Kopaja dan Transjakarta membuat para sopirnya galau. Perbaikan armada yang dibarengi dengan pertambahan gaji yang direncanakan mencapai Rp 5,4 juta/bulan justru membuat para sopir resah: takut gak masuk kualifikasi.

“Kalau cuma SIM B2 saja saya ada. Tapi kalau pakai ijazah SMA bakal susah. Gak semua punya,” kata Heri, salah satu pengemudi Kopaja pada Kompas.

Persoalan akademis akan mengganjal para sopir Kopaja jika perekrutan ulang meminta mereka berijazah SMA. Rata-rata pengemudi ini memang hanya lulusan SMP, bahkan ada juga yang lulusan SD. Mereka berharap nantinya tak ditelantarkan kalau tak lolos kualifikasi.

Kegundahan mereka terjawab sudah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama langsung menanggapi hal ini.

“Ini mau cari sopir kok belagu banget mau latar belakang pendidikan SMA, S1. Jadi Presiden saja syaratnya lulusan SMA. Bagi saya syarat bahwa pengemudi mobil di Transjakarta itu bukan lihat ijazah, tapi dites saja bahwa dia bisa bawa mobil. Banyak juga orang enggak sekolah, dia bisa bawa mobil dengan baik kok,” kata Basuki pada Kompas

Betul banget! Kelakuan di jalanan yang terkenal asal menempel lekat di citra Kopaja selama inilah PR besar revitalisasi angkutan khas Jakarta ini.

Tapi di sisi lain, para sopir masa mau sih seumur hidup cuma punya ijazah SD/SMP. Nanti kalau gajinya sudah besar, ikut ujian persamaan ya. Paling gak sampai SMA deh. Biar bisa jadi presiden. 
 


Udahan bacanya? Nonton Coconuts TV dulu dong!

 





Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26340 views
Viral
0 shares26340 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7238 views
Viral
0 shares7238 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”