Sudah tidak pantas lagi berlindung dengan alasan ‘budaya’ untuk membenarkan pelecehan seksual

February 27, 2018
532 Views
Foto: Screenshot via Coconuts Bali

Video yang menampilkan sekelompok pria mengerubungi sejumlah penari tradisional Bali viral di dunia maya. Tak diketahui kapan dan dimana lokasi kejadian, tapi dari pakaian yang dikenakan para pria, kemungkinan ini terjadi di sebuah event motocross di Bali.

Di video para pria tak sungkan menyentuh dan melakukan gerakan-gerakan seksual kepada penari layaknya sedang bersetubuh, di depan banyak orang. Sementara si penari nampak membiarkannya.

Post yang diunggah oleh akun Facebook bernama Arta Wan saat ini telah dibagikan lebih dari 12 ribu kali, dan mendapat lebih dari 1.900 komentar.

Jiwa gila

Posted by Arta Wan on Sunday, November 19, 2017

Banyak netizen yang mengecamnya sebagai pelecehan seksual. Tapi ada juga yang membela, menyebutnya sebagai bagian dari ‘joget bumbung’, jenis tarian tradisional Bali yang konon identik dengan erotisme.

Satu hal yang pasti yang tidak bisa dibenarkan adalah aksi dalam video dilakukan di depan anak-anak.

Beberapa netizen juga mengatakan kalau joget bumbung sejatinya tidak seperti itu, dan telah diselewengkan seiring zaman. Meski dalam joget bumbung penari perempuan memang mengajak penonton untuk bergabung.

Joget bumbung sendiri tak lepas dari kontroversi dan Gubernur Bali pernah ingin melarangnya karena menganggapnya penuh unsur “pornografi”.

Sebuah festival juga pernah digelar untuk mengembalikan keaslian dan citra joget bumbung sebagai “tari pergaulan”.

Membicarakan soal budaya bangsa, pantaskah “budaya” dalam video, yang seakan mempertontonkan dan membenarkan perempuan sebagai obyek seks semata dipertahankan?

Jelas tidak, kecuali anda tidak menentang misogini dan tidak mendukung kesetaraan gender.

Tariannya mungkin adalah “budaya bangsa”, tapi jelas reaksi berlebihan para lelaki dan perlakuannya terhadap penari tidak layak dipertahankan. Kita kembali saja ke argumen sederhana untuk melawan pelecehan seksual: apakah anda akan rela jika ibu/istri/kakak/adik/anak anda diperlakukan dengan semena-menanya?

Demi kewarasan di negeri ini, kami berharap sudah tidak ada lagi yang menjawab “rela”. Tapi kenyataan jelas beda, karena pelecehan seksual terus terjadi dimana-mana.

Baca juga:


Batok.co: Ragam cerita seru dari duniamu. Terkini dan terabsurd dari seluruh penjuru planet.

Share your thoughts

You may be interested

Geisha umumkan vokalis baru, Regina Poetiray
Berita
0 shares89 views
Berita
0 shares89 views

Geisha umumkan vokalis baru, Regina Poetiray

Mohammad Zaki - Jul 18, 2018

Lalu bagaimana nasib Momo?

Pria di Jepang meninggal karena prank, anusnya ditancepin kompresor sama temannya
Viral
0 shares157 views
Viral
0 shares157 views

Pria di Jepang meninggal karena prank, anusnya ditancepin kompresor sama temannya

Batok.co - Jul 18, 2018

Bercanda boleh tapi jangan kelewatan begonya.

Ketilang abis dilarang naik motor sama ibu, anak tulis surat penyesalan yang menyentuh banget
Viral
0 shares104 views
Viral
0 shares104 views

Ketilang abis dilarang naik motor sama ibu, anak tulis surat penyesalan yang menyentuh banget

Batok.co - Jul 18, 2018

Ya sudah, yang penting jangan diulangi lagi ya. Kasih ibu sepanjang masa, jangan disia-siain!