‘Detektif PRT’, penyelamat para TKW dari jeratan human trafficking

February 27, 2018
1069 Views

Sekitar 2,3 juta wanita Indonesia bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di negara-negara kaya di Asia dan Arab Saudi. Bukan hanya jauh dari kampung halaman, tenaga kerja wanita (TKW) ini juga dihantui bahaya penganiayaan, perbudakan (bekerja tanpa dibayar), bahkan perdagangan manusia atau human trafficking.

Bahaya ini mendorong perhimpunan buruh migran Indonesia, Migrant Care, untuk membentuk tim ‘detektif PRT’ yang bertugas untuk melacak, menasehati, dan memberi bekal bagi para buruh migran untuk bisa menjaga dirinya selama bekerja di luar negeri. Para detektif ini bahkan berjasa menyelamatkan calon TKW yang ditipu atau dipaksa untuk bekerja di luar negeri.

“Ada TKW yang bahkan gak tau mereka itu akan dibawa kemana dan akan bekerja apa, ini sangat rentan jadi korban human trafficking,” kata Manager Program Advokasi Migrant Care, Mike Verawati, seperti dilansir Reuters.

Satu ‘detektif’ yang piawai melacak para calon TKW yang akan berangkat di bandara adalah Rima Jayanti. Perempuan berusia 23 tahun ini emang gak pernah ikut pelatihan detektif beneran, tapi kekuatan observasi dan analisanya tuh udah terasah banget. Instingnya juga ciamik.

“Kita bisa mengenali para TKW dari penampilan mereka, tapi kadang pakai insting juga untuk menebak ke mana tujuan mereka dan apakah mereka berpotensi jadi korban human trafficking,” papar Rima.

Menurut Rima, kalau calon TKW-nya tuh usiahnya paruh baya, pakai jilbab, terus kalau ditanya soal rencana mereka jawabnya bingung-bingung, nah, biasanya mereka tujuannya dibawa ke Timur Tengah.

Sedangkan kalau calon TKW-nya tuh masih muda, rambut pendek, pakai sepatu sneakers, biasanya mereka akan pergi ke Hong Kong atau Taiwan.

Perempuan-perempuan ini biasanya minta bantuan agen tenaga kerja untuk bisa kerja di luar negeri. Agen tenaga kerja ini banyak yang legal dan emang bener kerjanya sesuai hukum, tapi gak sedikit juga agen tenaga kerja yang disinyalir memperdagangkan perempuan.

Semenjak dibentuk tahun lalu, tim ‘detektif PRT’ Migrant Care pernah menyelamatkan seorang TKW yang dibawa ke bandara oleh agen tenaga kerja untuk dikirim ke Saudi Arabia di luar kehendaknya.

Tingginya permintaan akan pekerja rumah tangga

Tercatat ada 6 juta buruh migran yang tersebar di luar negeri. Lebih dari sepertiganya bekerja sebagai PRT. Gaji besar jadi daya tarik utama para TKW untuk bekerja sebagai PRT di luar negeri. Berdasarkan data resmi, jumlah uang yang dikirimkan para TKW tahun lalu saja mencapai US$ 9,4 milyar.

Tapi ada cerita mengerikan yang menyertai data itu. Kasus pemaksaan kerja, penganiayaan, dan hidup seperti budak dialami para TKW.

Tahun lalu perempuan Hong Kong divonis bersalah karena menyiksa PRT dari Indonesia yang dipukuli, gak dikasih makan, dan disita pasportnya.

Tahun lalu juga ada dua PRT asal Indonesia dihukum mati di Saudi Arabia dalam kurun waktu seminggu. Satu diantaranya divonis bersalah karena membunuh majikan yang kerap menyiksanya.

Setelah eksekusi itu, dan karena banyaknya laporan penganiayaan dan perlakuan gak manusiawi terhadap buruh migran Indonesia di Timur Tengah, pada Mei 2015 pemerintah ngeluarin larangan pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah. Sedangkan buruh migran Indonesia yang sedang bekerja disana boleh menetap dan menyelesaikan kontraknya.

Tapi larangan ini justru dikritik oleh dua organisasi pembela hak PRT terbesar di Indonesia, Migrant Care dan Jaringan Advokasi Nasional-Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT). Bagi mereka larangan ini membuka ruang besar bagi penyalur untuk kerja secara ilegal dan justru melanggar hak perempuan untuk bekerja.

Terbukti, pada Maret lalu, polisi menangkap jaringan human trafficking yang udah mengirim sekitar 600 warga Indonesia untuk jadi PRT ke Timur Tengah.
 

“Saya suka kerja di Saudi”

Sepanjang Maret 2015 hingga Mei kemarin, Migrant Care mewawancarai 1020 perempuan di bandara yang akan berangkat untuk jadi PRT. Kebanyakan dari mereka akan berangkat ke Timur Tengah.

Perempuan-perempuan ini memegang visa turis atau visa haji di tangan, dan impian bergaji minimal US$300/bulan.

Ada juga di antara mereka yang sudah pernah bekerja di Saudi Arabia sebelumnya dan ingin kembali lagi agar bisa menafkahi keluarga.

“Saya suka kerja di Saudi, dengan gajinya saya bisa nafkahi keluarga saya,” kata Sri, saat diwawancarai ‘detektif PRT’ di bandara.

Sri saat itu memakai jilbab putih. Dia termasuk dalam rombongan berisi 16 perempuan lain, dan juga pengawas dari agen tenaga kerja yang gak bisa diem dan sibuk foto-foto saat Sri diwawancara.

“Kalau ketangkap, mereka akan dihukum”

Pemerintah lewat kementerian tenaga kerja dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menghimbau para calon buruh migran Indonesia untuk menolak pergi ke luar negeri secara ilegal.

“Mungkin ada satu atau dua orang yang pergi secara ilegal. Kalau ketangkap, mereka akan dihukum sesuai undang-undang anti perdagangan manusia,” kata Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro, minggu lalu kepada Reuters.

Pemerintah kita sering dikritik sama pengamat dan peneliti sosial karena hanya bisa melarang dan melarang, tanpa memberikan alternatif solusi bagi para TKW yang jadi PRT di luar negeri untuk menafkahi keluarganya.

“Moratorium (TKI ke Timur Tengah) ini jelas menutup peluang bagi para perempuan untuk mendapatkan penghasilan layak untuk dirinya dan keluarganya,” ujar Rofi Uddarojat, peneliti di Center for Indonesian Policies Studies.

Sedangkan bagi Migrant Care, yang penting sekarang ini adalah bagaimana caranya para TKW bisa aman sebelum dan sesudah bekerja.

“Kami terus berusaha mengedukasi mereka sebelum berangkat, kami tanyakan mereka soal kontrak, apakah jelas, apakah mereka tau untuk siapa nantinya mereka akan bekerja,” kata Verawati.

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26241 views
Viral
0 shares26241 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7203 views
Viral
0 shares7203 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”