Ketinggalan pesawat karena telat, Menteri Marwan Jafar marah-marah dan hina kinerja Garuda Indonesia

May 23, 2016
1222 Views

Apa yang kamu lakukan kalau kamu telat sampai di bandara? Apakah kamu nangis-nangis kecewa sambil jalan ke loket tiket berharap dapat diskon untuk penerbangan berikutnya? Kalau iya, berarti kita sama. Tapi ini gak berlaku buat Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar.

Jadi ceritanya Marwan ini kemarin ketinggalan pesawat Garuda dari Jakarta menuju Yogyakarta karena terlambat tiba di bandara. Jadwal pesawatnya jam 08:05, tapi Marwan baru tiba jam 08:00 (asik banget ya gak merasa harus tiba di bandara sejam lebih awal dari jadwal penerbangan).

“Padahal penumpang yang lain sudah berada di dalam pesawat sehingga pesawat harus sudah berangkat,” kata Juru Bicara Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar dalam keterangan resmi seperti dikutip Kompas.

Akhirnya, pesawat jam 08:05 itu berangkat tepat waktu, meninggalkan Mawar dan rombongannya (asik, penumpang lain gak harus jadi korban keterlambatan Marwan).

Nah, sebetulnya nasib Marwan masih lebih beruntung dibanding kita yang kalau ketinggalan pesawat harus beli tiket lagi. Garuda Indonesia mengalihkan Marwan, yang dinilai penumpang VIP, ke penerbangan selanjutnya, jam 10:05.

Sayangnya pesawat jam 10:05 itu mengalami gangguan teknis (sebagian karena harus mindahin rombongan Marwan) jadi keberangkatannya delay satu jam.

“Proses pergantian pesawat memerlukan waktu untuk memindahkan penumpang, bagasi, kargo, catering serta kebutuhan lainnya, sehingga pesawat mengalami delay sekitar 1 jam dan pesawat akhirnya baru dapat berangkat pukul 11.05 WIB,” jelas Benny.

Delay ini bikin Marwan telat sekitar empat jam ke acara seminar di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Di depan peserta seminar, Marwan curhat dengan kemarahan.

“Kalau kita ketinggalan dua sampai tiga menit saja sudah ditinggal, tapi kalau delay bisa dua sampai tiga jam kita tidak dapat apa-apa,” kata Marwan berapi-api seperti dikutip Tribun.

‘Tidak dapat apa-apa’? Serius gak dapat apa-apa? Diganti penerbangannya bukan apa-apa? Lagian juga kalau ada maskapai nungguin penumpang VIP yang 5 menit sebelum take off baru sampai bandara (belum boarding dan segala macamnya) bukannya itu akan merugikan penumpang lain? Gak perlu jadi menteri untuk tau etika penerbangan itu.

Sayangnya sang menteri bukannya dengan rendah hati minta maaf di depan seminar karena keterlambatannya, malah menghina Garuda Indonesia dengan bilang kinerjanya bobrok dan belum memberikan keuntungan untuk negara.

Kasus pejabat berperilaku seenaknya dalam peraturan penerbangan kayak gini sebetulnya bukan pertama kalinya di Indonesia. Pada 2013 lalu, seorang pejabat memukul pramugari dengan koran yang digulung karena diminta matikan hp. Di tahun yang sama juga ada pejabat yang memerintahkan penutupan bandara di daerahnya karena dia kesal gak dapat tiket pulang dari tugas dinas.

 

 

 

 

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26249 views
Viral
0 shares26249 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7204 views
Viral
0 shares7204 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”