Netizen heran (lagi) kenapa tayangan kontestan Putri Indonesia 2016 pakai kebaya harus disensor

May 23, 2016
1225 Views

Sensor di televisi Indonesia lagi-lagi naik tingkat. Setelah kemarin Shizuka dari Doraemon disensor karena pakai baju berenang, sekarang beberapa bagian tubuh dari para kontestan Putri Indonesia 2016 disensor juga saat pakai kebaya.

Sabtu kemarin Indosiar menayangkan pemilihan Putri Indonesia 2016, yang berakhir dengan kontestan dari Sulawesi Utara, Kezia Warouw, sebagai Puteri Indonesia 2016 yang akan mewakili Indonesia di kontes Miss Universe 2016.

Tapi ada yang lebih menarik perhatian netizen dibandingkan kemenangan Kezia. Kemarin Indosiar sensor area tubuh konstestan saat lagi pakai baju tradisional Indonesia, kebaya.

Awalnya ada seorang netizen, Ferdiriva Hamzah (@ferdiriva), yang upload screenshot tayangan sensor ini ke Twitter. Tapi gak lama banyak yang retweet postingan Ferdiriva, termasuk comic Ernest Prakasa yang kayaknya udah bingung banget sama apa yang terjadi di Indonesia.

Putri Indonesia sebetulnya gak jauh dari kontroversi. Paling sering dipermasalahin tuh soal keharusan sang putri pakai bikini di ajang kecantikan internasional. Tapi kalau sampai harus nge-blur area tubuh saat pakai kebaya, kayaknya ini pertama kalinya deh.

Para konservatif sih pasti udah siap sama argumen andalan mereka kalau semua sensor ini ‘untuk melindungi budaya bangsa’. Tapi bukannya kebaya itu salah satu simbol budaya bangsa kita ya? Jadi sebetulnya budaya yang mana sih yang lagi dilindungi?

 

 

 

 

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26340 views
Viral
0 shares26340 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7238 views
Viral
0 shares7238 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”