Ubud Writers and Readers Festival akan terus berjalan tanpa pembahasan pembantaian 1965 yang kontroversial

March 17, 2017
905 Views

Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) tiba-tiba jadi event yang menyedot perhatian gara-gara membatalkan pembahasan tentang pembantaian tahun 1965 di Indonesia setelah ‘diancam’ gak dapat izin dari pihak pemerintah lokal.

Pemberitaan yang menggila sempat menimbulkan isu kalau drama ini adalah semacam rekayasa publisitas semata.

Janet DeNeefe, direktur sekaligus penggagas festival segera memberi tanggapan terkait teori konspirasi ini. “Mereka yang menyebarkan isu itu jelas gak tahu apa usaha yang dibutuhkan dalam mengerjakan festival semacam ini,” tegasnya.

Dengan wajah sendu, DeNeefe dan manajer program nasional Wayan Juniarta menjawab berbagai pertanyaan tentang perubahan program dalam festival. Jawaban hati-hati dari keduanya masih belum dapat menjawab beberapa pertanyaan dari media.

Juniarta mengekspresikan rasa frustasinya, menjelaskan kalau diskusi-diskusi tentang tahun 1965 gak dimaksudkan membahas ideologi apalagi menghasut, melainkan untuk menjawab pertanyaan: “Lalu apa tanggung jawab generasi kita, 50 tahun setelah kejadian itu?”

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan bukanlah sesuatu yang baik. Pembatalan ini terjadi di masa di mana saya pikir Indonesia tengah menginginkan sebuah rekonsiliasi dan memiliki kesadaran akan adanya pelanggaran HAM, kejadian yang pernah disebut CIA sebagai ‘salah satu pembunuhan massal terparah di abad ke-20,'” tulis DeNeefe dalam pernyataan tertulisnya di laman UWRF.

Di sisi lain, kepolisian lokal dari Gianyar menyebut kalau mereka hanya ‘menyarankan’ UWRF agar menghindari masalah serta ‘mengingatkan’ panitia tentang izin kelangsungan acara.

“Di Indonesia, ada hal-hal sensitif yang lebih baik tidak dibahas,” Kepala Polsek Gianyar Farman menjelaskan, seperti dikutip dari AAP.

Keresahan yang terjadi membuat festival berjalan tanpa event yang berhubungan dengan kejadian 1965 atau tetap menjalankannya, meski beresiko menghentikan UWRF.

UWRF memutuskan untuk membuat pernyataan dengan tetap menyusun set bagi program yang kini dihilangkan. “Semacam pengingat bagi kami dan kebebasan bersuara,” lanjut Juniarta.

Artikel ini diterjemahkan dari Coconuts Bali.

Share your thoughts

You may be interested

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian
Viral
0 shares26248 views
Viral
0 shares26248 views

Kreator Spongebob meninggal, netizen Indonesia bikin meme pengajian

Batok.co - Nov 30, 2018

Selamat jalan Stephen Hillenburg.

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)
Viral
0 shares7204 views
Viral
0 shares7204 views

Nyebrangin papan, motornya selamat orangnya nyebur (video)

Batok.co - Nov 29, 2018

“Ngapa lu loncat lontong!”