Data BNN menunjukkan peningkatan besar pengguna narkoba pasca eksekusi mati pengedar tahun lalu

May 23, 2016
4119 Views

Walaupun banyak menuai kritikan dari para aktivis hak asasi manusia dan komunitas internasional, pemerintah kita akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada 14 orang di tahun 2015. Semua terpidana mati ini terlibat dalam kejahatan narkoba. Kini, setelah setahun berlalu, pemerintah kita dalam waktu dekat akan mengeksekusi mati lagi 10 terpidana kasus narkoba.

Seperti dilansir USnews, kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah bertemu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, kembali membenarkan keputusan pemerintah kita untuk menerapkan hukuman mati dengan bilang kalau “Indonesia sekarang ini sedang dilanda krisis, dan yang utama itu krisis penggunaan narkoba.”

Pembenaran hukuman mati ini dilandasi asumsi dari pemerintah kita kalau hukuman itu bisa memberikan efek jera terhadap orang-orang yang berusaha menyelundupkan atau mengedarkan narkoba di Indonesia.

Sebetulnya asumsi ini menimbulkan pertanyaan besar, karena banyak ahli yang bilang kalau gak ada bukti ilmiah hukuman mati itu efektif membuat jera para penjahat narkoba. Memang ada bukti ilmiah penerapan hukuman mati untuk kasus pembunuhan di Amerika, tapi itu bukan kasus narkoba dan bukan di Indonesia. Apakah sebetulnya kita butuh pendekatan baru dalam mengatasi permasalahan narkoba selain hukuman mati?

Sekarang ini udah hampir setahun semenjak dunia menjadi saksi diberlakukannya eksekusi mati terhadap 8 pengedar narkoba di Indonesia. Kalau memang betul hukuman mati ini se-efektif yang dibilang pemerintah kita, seharusnya sudah ada hasil yang signifikan dong dalam masalah narkoba di Indonesia?

Justru data di lapangan mengatakan sebaliknya. Menurut data yang dikeluarkan Badan Narkotika Nasional (BNN), setahun belakangan ini pengguna narkoba di Indonesia meningkat secara drastis.

Hal inilah yang ditekankan Matius Arif Mirdjaja, mantan napi di lapas Krobokan yang tobat dan menjadi pendeta serta aktivis HAM semenjak kenal anggota Bali Nine, Andrew Chan (salah satu terpidana mati yang dieksekusi).

Matius memaparkan kalau berdasarkan data BNN di tahun 2015, kenaikan persentase pengguna narkoba di Indonesia mencapai 40%.

“Malahan ‎angka penggunaan narkoba menurut Kepala BNN justru meningkat signifikan dalam periode Juni hingga November 2015 sebesar 1,7 juta jiwa. Di bulan Juni 2015 angka pengguna sebesar 4.2 juta dan di bulan November 2015 sebesar 5,9 juta,” kata Matius lewat pesan singkat seperti dikutip Tribunnews kemarin.

(Kami sudah periksa dan ternyata memang benar Kepala BNN, Budi Waseso, pernah mengumumkan kenaikan pengguna narkoba hingga jumlahnya mencapai 5,9 juta orang di tahun 2015.)

Matius juga memaparkan soal 620.345 kg sabu, 235 kg ganja, dan 580.141 pil ekstasi yang disita BNN selama periode Juni-November 2015. Bahkan di tahun 2016 BNN masih menangkap para penyelundup kakap yang coba menyembunyikan narkoba bahkan di dalam kemasan coklat.

Kalau pemerintah yakin betul hukuman mati terhadap pengedar ini bisa memberikan efek jera, lalu kenapa malah makin banyak pengguna dan masih banyak juga narkoba yang masuk ke Indonesia?

Ilustrasi di atas adalah argumen Matius dalam menjelaskan kenapa hukuman mati itu gak efektif dalam memberantas narkoba. Bahkan, hukuman mati ini gak berpengaruh terhadap psikologi para kriminal.

“Angka-angka yang muncul adalah puncak gunung es yang terlihat dipermukaan. Artinya, masalah terbesarnya justru tersembunyi dibawah permukaan. Apakah ini artinya kita harus membunuh lebih banyak bandar narkoba? Atau kita bangun lebih banyak penjara?,” ujar Matius beretorika.

“Karena itu, memberantas narkoba itu bukan dengan membunuh bandarnya. Tapi mengentaskan masyarakat ‎dari mengkonsumsi, dan dengan langkah-langkah humanis,” papar Matius dalam konklusinya.

Pemerintah kita selalu bilang kalau negara kita udah darurat narkoba. Tapi apakah angka-angka statisitik yang tinggi dan justru muncul setelah diberlakukannya hukuman mati ini gak jadi petanda kalau dibutuhkannya solusi lain dalam memberantas narkoba di Indonesia?

 

 

Share your thoughts

You may be interested

Playlist lagu indie yang enak didengarkan musim hujan begini
Hiburan
0 shares87 views
Hiburan
0 shares87 views

Playlist lagu indie yang enak didengarkan musim hujan begini

Batok.co - Nov 19, 2017

Galau-galau gimana gitu..

“Bisa berapa kali nabrak?”: Game mobile ‘Tiang Listrik’, katanya terinspirasi Setya Novanto
Gaya Hidup
0 shares95 views
Gaya Hidup
0 shares95 views

“Bisa berapa kali nabrak?”: Game mobile ‘Tiang Listrik’, katanya terinspirasi Setya Novanto

Batok.co - Nov 17, 2017

Game 'Tiang Listrik' Bisa Di-download Gratis.